Webinar Nasional

PERAN DAN PELUANG PROFESI DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL

Latar Belakang

Mewabahnya virus Corona di beberapa Negara dan salah satunya Indonesia merupakan pukulan yang berat bagi hampir seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik namun juga secara psikologis di berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Meskipun saat ini di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak sedang direncana pemberlakuan New Normal dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19 namun tetap diperlukan peran dari tenaga kesehatan khususnya keperawatan dalam melakukan upaya sosialisasi, edukasi dan advokasi kepada pihak-pihak terkait.

Masih ada kekhawatiran di masyarakat tentang dampak dari pemberlakuan New Normal yang akan menimbulkan peningkatan kasus Covid-19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat tanggal 25 Juni 2020 hingga pukul 07.00 wiba di Kalimantan Barat ada 313 kasus konfirmasi Covid-19, 9 di rawat, 72 isolasi ketat, 228 sembuh dan 4 meninggal (https://dinkes.kalbarprov.go.id/covid-19/).

Kekhawatiran masyarakat merupakan sesuatu yang wajar jika New Normal diterapkan karena diperlukan keseriusan semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam pengendalian persebaran Covid-19 karena semua aktivitas akan kembali normal seperti sekolah, tempat ibadah, kampus, pertokoan, perkantoran, pasar, dan berbagai sektor lain. Dalam konteks New Normal, semua aspek perlu diperhatikan dan dipersiapkan seperti aspek pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, dan aspek perekonomian. Aspek kesehatan menjadi prioritas utama tenaga kesehatan, untuk itu perlu dipersiapkan tenaga kesehatan yang berperan dalam menghadapi kehidupan New Normal di masyarakat.

New Normal bagi perawat menjadi momentum untuk menghidupkan dan menguatkan kembali peran perawat, khususnya yang bekerja di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk lebih menekankan upaya promosi kesehatan diberbagai ruang lingkup keperawatan seperti di keluarga, sekolah atau komunitas maupun fasilitas publik agar siap menerapkan New Normal.

Selain persiapan fisik perawat juga perlu mempersiapkan aspek psikososial masyarakat dan dirinya sendiri dalam menghadapi kondisi New Normal. Kesiapan tersebut di tunjukkan dengan kemampuan perawat dalam memberikan dukungan kepada masyarakat dan sejawat yang terkena dampak Covid-19. Namun tentunya dalam memberikan dukungan dan menjalankan peran tersebut terdapat beberapa tantangan dan peluang yang dihadapi perawat di masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak (STIK Muhammadiyah Pontianak) dalam rangka Milad ke-28 mengadakan webinar dengan tema “Peran dan Peluang Profesi Dalam Menghadapi New Normal”.

Webinar ini diadakan sebagai bentuk perhatian institusi pendidikan tinggi keperawatan STIK Muhammadiyah dalam berkontribusi aktif mempersiapkan kehidupan New Normal di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat dan propinsi lainnya serta untuk menjawab peran dan peluang profesi keperawatan dalam era New Normal.

Tujuan Webinar

Tujuan di selenggarakan webinar oleh STIK Muhammadiyah Pontianak adalah:

  1. Sebagai salah satu bentuk kontribusi pendidikan tinggi keperawatan membantu pemerintah dalam penanganan covid-19 dan persiapan kehidupan New Normal
  2. Meningkatkan peran profesi keperawatan dalam menghadapi kehidupan New Normal di masyarakat
  3. Menggali dan memanfaatkan peluang profesi keperawatan dalam menghadapi kehidupan New Normal di masyarakat
Sasaran

Sasaran peserta yang akan mengikuti kegiatan webinar ini adalah perawat baik yang bekerja di fasilitas kesehatan maupun institusi pendidikan serta tenaga kesehatan lainnya di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan jumlah peserta 500 orang.